Wuiiih… Lama tidak menulis

September 6th, 2011 by ekohadip

Sejak pelaksanaan Ujian Nasional sampai saat ini baru kali ini saya mau menulis lagi.

Kalau dibilang kehabisan ide sebenarnya tidak. Lha wong ide itu bisa muncul kapan saja dan di mana saja. Rasa malaslah yang mendominasi untuk tidak menulis. Supaya rasa malas untuk menulis tidak berkelanjutan, ya begini salah satu cara yang harus ditempuh. Lepaskan rasa malas dan mulai menulis. Menulis apa saja.

Banyak teman yang bilang sulit menemukan ide untuk menulis. Itu sudah biasa kita dengar. Ide sebenarnya terhampar luas di sekitar kita. Tinggal kita mau menuangkannya dalam bentuk tulisan atau tidak. Kalau kita mau teliti ide bisa muncul ketika kita melihat tv, mendengarkan radio, membaca koran atau majalah bahkan ketika membaca buku pelajaran.

Saya menemukan ide untuk menulis ini ketika saya melihat blog ini. Eee ternyata lama tak terisi dengan hal yang baru. Dari pada saya bengong yaa saya tulislah apa yang ada di benak ini. Menulis tentang apa? Ya tentang lamanya blog ini tak terisi.

Barangkali ada teman pembaca yang berkomentar bahwa hal remeh temeh begini koq ditulis. Tidak apa-apa. Memang ini adalah hal yang remeh temeh bin sepele. Dari hal yang sepele beginilah kita belajar menuangkan ide dalam bentuk tulisan.

Kita seharusnya selalu mempertajam kemauan untuk menulis. Cara mempertajam kemauan atau sensifitas untuk menulis bisa melalui hal berikut;

1. Ketika muncul suatu rasa.. segera kita tuangkan dalam bentuk tulisan

2. Ketika selesai membaca kemudian timbul ide untuk menulis segera ambil pulpen atau pensil atau langsung di komputer untuk menulis ide tersebut.

3. Ketika melihat suatu peristiwa yang menarik.. langsung menuangkannya dalam tulisan

4. Ketika mendengar kabar yang menggelitik sanubari ya segera tuangkan dalam tulisan

5. Ketika berbicara dengan seseorang dan tiba-tiba ada getaran untuk menuangkan hasil pembicaraan.. ketika pembicaraan sudah selesai segera tuangkan dalam tulisan.

Harus diakui bahwa menulis itu butuh proses, tidak sekali jadi. Bagi penulis yang sudah profesional sekali jadi itu sangat mungkin. Bagi penulis pemula. Proses menulis dan menyunting sangat perlu dilakukan.

Maaf. Tulisan inipun seharusnya disunting lagi. Namun karena tulisan ini sifatnya untuk menggugah kemauan menulis saya, untuk sementara saya biarkan apa adanya. Supaya saya ngeh lagi untuk menulis.

Kalau saya mau memulai menulis lagi, bagaimana dengan anda???

TATA TERTIB UJIAN NASIONAL 2010/2011

April 14th, 2011 by ekohadip

Bagi para siswa diharap selalu mengingat dan mentaati tata tertib dalam Ujian Nasional.

Tata tertib Peserta Ujian Nasional (UN)

1. Peserta UN memasuki ruangan setelah tanda masuk dibunyikan, 15 menit sebelum UN dimulai.

2. Peserta UN yang terlambat hadir hanya diperkenankan mengikuti UN setelah mendapat ijin dari ketua penyelenggaraUN tingkat sekolah, tanpa diberi perpanjangan waktu.

3. Peserta UN dilarang membawa alat komunikasi elektronik dan kalkulator ke sekolah.

4. Tas, buku dan catatan dalam bentuk apapun dikumpulkan di depan kelas.

5. Peserta UN membawa alat tulis menulis berupa pensil 2B, penghapus, penggaris dan kartu tanda peserta ujian.

6. Peserta UN mengisi daftar hadir dengan menggunakan pulpen yang disediakan oleh pengawas ruangan.

7. Peserta UN mengisi identitas pada LJUN secara lengkap dan benar.

8. Peserta UN yang memerlukan penjelasan cara pengisian identitas pada LJUN dapat bertanya kepada pengawas ruang UN dengan cara mengacungkan tangan terlebih dahulu.

9. Peserta UN mulai mengerjakan soal setelah ada tanda waktu mulai ujian.

10. Selama UN berlangsung, Peserta UN hanya dapat meninggalkan ruangan dengan ijin dan pengawasan dari pengawas ruang UN.

11. Peserta UN yang memperoleh naskah soal yang cacat atau rusak, pengerjaan soal tetap dilakukan sambil menunggu penggantian naskah soal.

12. Peserta UN yang meninggalkan ruangan setelah membaca soal dan tidak kembali lagi sam[ai tanda selesai dibunyikan, dinyatakan telah selesai menempuh/mengikuti UN pada mata pelajaran yang terkait.

13. Peserta UN yang telah selesai mengerjakan soal sebelum waktu UN berakhir TIDAK DIPERBOLEHKAN MENINGGALKAN RUANGAN sebelum berakhirnya waktu ujian.

14. Peserta UN berhenti mengerjakan soal setelah ada tanda berakhirnya waktu ujian.

15. Selama UN berlangsung, peserta UN dilarang:

a. menanyakan soal kepada siapapun;

b. bekerjasama dengan peserta lain;

c. memberi atau menerima dalam menjawab soal;

d. memperlihatkan pekerjaan sendiri kepada peserta lain atau melihat pekerjaan peserta lain;

e. membawa naskah soal UN dan LJUN keluar dari ruang ujian;

menggantikan atau digantikan oleh orang lain.

Sejarah Singkat Lahir PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia)

Nopember 25th, 2010 by ekohadip

akorpri
PGRI lahir pada 25 November 1945, setelah 100 hari proklamasi kemerdekaan Indonesia. Cikal bakal organisasi PGRI adalah diawali dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) tahun 1912, kemudian berubah nama menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI) tahun 1932.
Semangat kebangsaan Indonesia telah lama tumbuh di kalangan guru-guru bangsa Indonesia. Organisasi perjuangan huru-guru pribumi pada zaman Belanda berdiri tahun 1912 dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB).
Organisasi ini bersifat unitaristik yang anggotanya terdiri dari para Guru Bantu, Guru Desa, Kepala Sekolah, dan Penilik Sekolah. Dengan latar belakang pendidikan yang berbeda-beda mereka umumnya bertugas di Sekolah Desa dan Sekolah Rakyat Angka Dua.
Sejalan dengan keadaan itu maka disamping PGHB berkembang pula organisasi guru bercorak keagamaan, kebangsaan, dan yang lainnya.
Kesadaran kebangsaan dan semangat perjuangan yang sejak lama tumbuh mendorong para guru pribumi memperjuangkan persamaan hak dan posisi dengan pihak Belanda. Hasilnya antara lain adalah Kepala HIS yang dulu selalu dijabat orang Belanda, satu per satu pindah ke tangan orang Indonesia. Semangat perjuangan ini makin berkobar dan memuncak pada kesadaran dan cita-cita kesadaran. Perjuangan guru tidak lagi perjuangan perbaikan nasib, tidak lagi perjuangan kesamaan hak dan posisi dengan Belanda, tetapi telah memuncak menjadi perjuangan nasional dengan teriak “merdeka.”
Pada tahun 1932 nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) diubah menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Perubahan ini mengejutkan pemerintah Belanda, karena kata “Indonesia” yang mencerminkan semangat kebangsaan sangat tidak disenangi oleh Belanda. Sebaliknya, kata “Indonesia” ini sangat didambakan oleh guru dan bangsa Indonesia.
Pada zaman pendudukan Jepang segala organisasi dilarang, sekolah ditutup, Persatuan Guru Indonesia (PGI) tidak dapat lagi melakukan aktivitas.
Semangat proklamasi 17 Agustus 1945 menjiwai penyelenggaraan Kongres Guru Indonesia pada tanggal 24 – 25 November 1945 di Surakarta. Melalaui kongres ini, segala organisasi dan kelompok guru yang didasarkan atas perbedaan tamatan, lingkungan pekerjaan, lingkungan daerah, politik, agama, dan suku, sepakat dihapuskan. Mereka adalah – guru-guru yang aktif mengajar, pensiunan yang aktif berjuang, dan pegawai pendidikan Republik Indonesia yang baru dibentuk. Mereka bersatu untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di dalam kongres inilah, pada tanggal 25 November 1945 – seratus hari setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) didirikan.
Dengan semangat pekik “merdeka” yang bertalu-talu, di tangan bau mesiu pemboman oleh tentara Inggris atas studio RRI Surakarta, mereka serentak bersatu untuk mengisi kemerdekaan dengan tiga tujuan :
1. Memepertahankan dan menyempurnakan Republik Indonesia;
2. Mempertinggi tingkat pendidikan dan pengajaran sesuai dengan dasar-dasar kerakyatan;
3. Membela hak dan nasib buruh umumnya, guru pada khususnya.
Sejak Kongres Guru Indonesia itulah, semua guru Indonesia menyatakan dirinya bersatu di dalam wadah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).
Jiwa pengabdian, tekad perjuangan dan semangat persatuan dan kesatuan PGRI yang dimiliki secara historis terus dipupuk dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan negara kesatuan republik Indonesia. Dalam rona dan dinamika politik yang sangat dinamis, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tetap setia dalam pengabdiannya sebagai organisasi perjuangan, organisasi profesi, dan organisasi ketenagakerjaan, yang bersifat unitaristik, independen, dan tidak berpolitik praktis.
Untuk itulah, sebagai penghormatan kepada guru, pemerintah Republik Indonesia dengan Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, menetapkan hari lahir PGRI tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional, dan diperingati setiap tahun.
Semoga PGRI, guru, dan bangsa Indonesia tetap jaya dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

sumber: tunas63

Meski Berduka Tetap Semangat di Hari Blogger Nasional

Oktober 27th, 2010 by ekohadip

Duka sedang menyelimuti bumi pertiwi. Bumi yang menjadi tumpuan hidup kita.
Duka masih terus memaksa manusia mengalirkan air matanya. Banjir dan longsor belumlah hilang dari kesan dan ingatan. Kini disusul oleh bencana yang tidak kalah memilukannya. Gempa bumi disertai tsunami terjadi lagi di negeri ini. Kali ini terjadi di Sumatera Barat khususnya di wilayah Mentawai.

Bencana di Mentawai yang menelan banyak kurban sempat terlambat menyebarkan beritanya. Ini bisa dimaklumi karena wilayah Mentawai yang jauh dari Padang. Baru beberapa menit tersiar kabar terjadi tsunami di Mentawai disusul dengan berita meletusnya Gunung Merapi.

Di tengah-tengah suasana duka ini, ada sedikit setitik cerah kegembiraan bagi para blogger. Betapa tidak, hari ini tanggal dua puluh tujuh Oktober merupakan hari Blogger Nasional. Hari ini tepat tiga tahun dicanangkannya hari blogger nasional. Menkominfo saat itu Muhammad Nuh pada pesta blogger 27 Oktober 2007 mencanangkan tanggal dua puluh tujuh Oktober sebagai hari blogger nasional.

Suasana duka karena bencana alam ini semoga bisa menjadi inspirasi dan penyemangat bagi para blogger untuk tetap ngeblog. Selamat hari blogger nasional.

Rasanya ini pertanda Jatuh Cinta Lagi

September 24th, 2010 by ekohadip

Akhir-akhir ini saya jadi ikut-ikutan menulis status tentang cinta-cintaan di FB saya. Seperti anak-anak muda yang lagi jatuh cinta saja.

Namun apa salah kalau saya jatuh cinta lagi?

Ada yang bilang ya ga bolehlah pak. Bapak kan sudah punya istri dan anak. Kasihan mereka. Berarti bapak tidak setia dengan istri bapak. Apa bapak tidak mikir tentang anak-anak?. Jangan hanya menuruti hawa nafsu sajalah pak.

Ada juga yang menyatakan jatuh cinta lagi juga tidak dilarang. Itu sudah kodrat manusia untuk mencintai seseorang. Bahkan ada yang memberi contoh tingkah polah para ‘oknum’ wakil rakyat yang “bedigasan” dengan sekretarisnya. Yang konon bertindak asusila fotonya disebar kemana-mana.

Kuhargai semua pendapat dengan segala argumennya. Namun saya juga mempunyai pendapat sendiri, yang mungkin ada yang setuju dan mungkin juga ada yang kurang bahkan tidak setuju.

Bagi saya untuk jatuh cinta lagi juga tidak masalah. Lha rasa ini sukar dibendung untuk tidak mencintainya. Semakin kutahan .. rasa ini semakin menggelora di dada. Jadi saya yaa tidak kuat kalau harus menahannya. Semakin kutingkatkan kemauan untuk melupakannya.. semakin teringat selalu. Bahkan kupejamkan mata ini semakin nampak dia di depanku. Ooo inikah rasanya jatuh cinta itu?.

Dulu sewaktu masih muda.. cintaku koq tidak seperti ini.
Kini semakin kumengerti bahwa kenapa ada puber kedua.
Inilah hasrat untuk mencintai seseorang dengan berlipat-lipat rasanya. Sulit untuk diungkap dengan kata-kata.

Ya kuakui aku sedang jatuh cinta lagi. Jangan salahkan aku kalau aku jatuh cinta lagi. Aku sudah berusaha untuk bersikap biasa -apa adanya- ternyata aku tidak bisa.
Dulu aku dengan tulus.. aku katakan pada calon istriku bahwa aku mencintai dia.
Kini aku dengan tulus …aku katakan pada istriku bahwa aku jatuh cinta lagi pada dia melebihi ketika dia masih calon istriku.

Maafkan kalau aku jatuh cinta lagi pada istriku.. Do’akan kami bisa menjadi pasangan yang sakinah mawadah dan rahmah selamanya.. dan keberkahan,rizki selalu terlimpah pada keluarga kami dan semua yang berada di sekeliling kami. Amiin.

Ngaturaken Sugeng Riyadi 1 Syawal 1431 H.

September 8th, 2010 by ekohadip

Hari ini sudah memasuki hari ke 29 bulan Ramadhan 1431 H. Artinya tinggal beberapa jam lagi kita merayakan hari raya iedul fitri. Besuk merupakan hari terakhir kita berpuasa. Besuk Sore dan malam bahkan sampai esok pagi lusa kita akan mengumandangkan Takbir. Kalau tidak mau bertakbir, paling tidak kita akan mendengar gema takbir di Masjid, Mushola ataupun di rumah-rumah warga muslim.

Mengumandangkan takbir sebenarnya untuk mengumandangkan ke-Agung-an Allah. Namun sayang, saya sering melihat pelaksanaan takbir yang hanya bersifat hura-hura. Hal ini terjadi pada Takbir keliling dengan menggunakan sound system yang besar. Peserta takbir satu truk besar penuh. Bedug, kentongan, simbal, kendang dan lain-lain dibawa serta. Semua bunyi-bunyian beradu keras meski ada iramanya, namun kurang enak didengar.

Mereka lupa akan tujuan mereka semula yaitu bertakbir. Keasyikkan memukul segala jenis alat musik bahkan bak truk-pun mereka pukuli, yang penting bisa mengeluarkan suara. Mereka tidak atau lupa untuk mengumandangkan takbir. Yang bertakbir keliling adalah artis ataupun da’i yang sudah terkenal. Ya .. mereka ikut takbir keliling melalui kaset atau CD mereka.

Sekedar mengingatkan, bagi warga muslim yang mampu dan belum membayar zakat segera tunaikan membayar zakat fitrah maupun zakat maal anda.

Pembayaran zakat bisa anda lakukan di mana anda biasa membayarnya.
Pada umumnya, masjid atau mushola menerima pembayaran zakat. Bahkan karang tarunapun bersedia menjadi amil zakat.

Panitia atau amil zakat biasanya sudah mengumumkan pelaksanaan pembayaran zakat dan pembagian zakatnya kapan. Panitia pengumpul dan pembagi zakat kalau di sekolah-sekolah biasanya hari-hari seperti ini sudah menyelesaikan tugasnya sekitar satu minggu sebelum lebaran tiba. Seperti panitia zakat di SMA Negeri 1 Pare sudah menyelesaikan tugasnya pada hari Senin 6 September 2010.

Setelah selesainya puasa dan tertunaikannya zakat, kita kembali menjadi insan yang fitri, suci. Belum lengkap rasanya di hari kemenangan yaitu hari raya iedul fitri sebelum saling memaafkan. Untuk itu saya beserta keluarga membuka dan memberi maaf kepada anda semua; sahabat, sanak saudara, famili dekat maupun jauh, tetangga, para siswa dan alumni, terutama para guru-guru saya, baik guru formal maupun guru informal dan lain-lain yang saya kesulitan menyebut satu persatu.

Sekarang giliran saya beserta keluarga besar maupun kecil, mohon dimaafkan segala salah, khilaf baik lisan maupun tulisan apalagi tingkah laku. Baik kesalahan yang sengaja misalnya menggoda, mengejek dll maupun kesalahan yang tidak saya sengaja, misalnya saya bermaksud guyon namun anda tersinggung, saya bermaksud menjelaskan namun malah melukai perasaan anda. Dengan hati yang paling dalam saya beserta keluarga mohon keikhlasan anda untuk memaafkan kami.

Sebagai orang Jawa alangkah bijaksananya kalau saya selipkan permintaan maaf dan doa dalam bahasa Jawa.

Ngaturaken Sugeng Riyadi 1 Syawal 1431 H. Bingahing manah awit Gusti sampun hangganjar kamenangan, lumebet dateng dinteng ingkang fitri. Nyuwun pangapunten sedaya lepat lan kekhilafan. Mugi Gusti Allah tansah ngluberaken rahmat, karunia, taufik lan hidayahipun dateng kito sedaya.

Who is faster?

Agustus 29th, 2010 by ekohadip

Several days ago, I accompanied my children watching TV. It’s about Upin and Ipin. It showed a fable; the animal story but we can get the moral value from the story. Here is the story :
image210
A Tortoise was walking very slowly when he met a rabbit. He greeted the rabbit, “Good morning, Mr. Rabbit. How are you?”
The rabbit did not answer but laughed at the tortoise and said, “I can’t help laughing at you, Mr. Tortoise. You are so slow.”
Hearing it, the tortoise became angry, but he pretended to be calm. Then he said,”Why don’t you stop teasing me and make fun of me?.
“Wha ha ha ha .. if you are not slow. Let’s have a race and see which of us can reach the tallest tree on that hill. It’s a very long way off. But it will prove which of us can run faster.”
“Okay.. deal” replied the tortoise. “Let’s begin the race right away!”
Read the rest of this entry »

Bangga Bisa Ikut Kontribusi Inspirasi untuk Negeri

Agustus 20th, 2010 by ekohadip

Inspirasi

Semangat untuk berbagi sering kita dengar. Apalagi di bulan Ramadhan seperti bulan ini. Banyak orang, lembaga dan yayasan maupun instansi yang memberi fasilitas bagi mereka yang ingin menyalurkan bantuan, infaq, sodaqah, bahkan zakat.

Para dblogger mempunyai cara tersendiri untuk berbagi. Karena dunia ngeblog berhubungan dengan tulis menulis, maka dblogger membagi buku digital (eBook) berisikan kisah para tokoh baik yang terkenal maupun yang belum terkenal. Kisah ini diharapkan bisa memberi inspirasi bagi pembaca untuk berbuat yang terbaik untuk negeri ini sesuai dengan kemampuan diri masing-masing.

Barangkali buku ini belum sempurna. Namun buku ini non komersil. Tidak ada pemikiran untuk mengambil keuntungan secara ekonomis dari buku ini. Paling tidak, buku ini bisa menjadi wadah untuk menyampaikan uneg-uneg dan menyalurkan aspirasi. Meskipun begitu sudah ada niat baik untuk berbagi. Oleh karena tidak ada salahnya bagi yang belum memiliki buku ini untuk mencoba membaca. Kalau belum punya silakan ambil di sini: http://bebasupload.com/a28jvtbu9ldf/insp…

Terima kasih kepada semua pihak yang ikut berperan dengan terbitnya buku digital ini, terutama Pak Anjari, Pak Karmin dan MT. Adanya buku ini bisa menambah rasa percaya diri penulis amatiran seperti saya ini. Sekali lagi Terima kasih. Salam blogger!!!

Oleh-oleh Workshop di Cahaya Surya - Machung

Agustus 15th, 2010 by ekohadip

Tadi pagi 14 Agt 2010, sayatidak bisa melakukan aktivitas mengajar, karena image778ada tugas untuk menghadiri seminar/workshop ‘teaching writing’. Sebagaimana biasa, kalau sedang tidak bisa melaksanakan tugas siswa diberi tugas. Begitu juga tadi pagi, dua kelas tidak mendapat pelajaran tetapi tugas dalam bentuk tulis. Saya percaya mereka ada yang suka dan sebaliknya ada yang tidak suka dengan jam pelajaran kosong dan diberi tugas seperti ini d . Namun saya juga percaya ada siswa yang suka jam pelajaran kosong dan tidak ada tugas.

Workshop ini diselenggarakan oleh Politeknik Cahaya Surya bekerja sama dengan Universitas Macung Malang. Menurut Prof. Handyo, kaprodi Bahasa Inggris, Macung ini merupakan Universitas yang masih berdiri 3 tahun, jadi masih kecil. Namun diupayakan untuk terus berkembang.
Read the rest of this entry »

Selamat Jalan Bapak EB Karmono

Juli 18th, 2010 by ekohadip

HARI INI SMA NEGERI 1 PARE KABUPATEN KEDIRI BERDUKA CITA
eb-karmono1 Hari masih pagi, bahkan sangat pagi ketika telepon berbunyi. Tidak seperti biasanya, bu Nurul telepon masih sepagi itu. Kami masih sedang menikmati pencerahan rohani melalui acara di televisi.
“Assalamu’alaikum. Wr. Wb” salam bu Nurul dari jauh namun terdengar lewat piranti yang bisa mendekatkan suara ini.
“Waalaikumsalam Wr. Wb, bu Nurul, ada apa bu?” jawab saya sambil bertanya keheranan koq tumben masih pagi koq sudah bertelepon ria.
“Kabar duka, Pak Karmono meninggal dunia tadi pagi pukul empat, jatuh ketika di kamar mandi dan dibawa ke rumah sakit dan akhirnya meninggal dunia. Tolong beritahu pak Mul. ada saudaranya di Kediri.” bu Nurul menjelaskan dengan begitu cepatnya.
“Inggih bu, pak EB dimakamkan jam berapa?” tanya saya.
“Belum tahu, sekarang masih di rumah sakit. Sudah begitu saja ya. Assalamualaikum” tutup bu Nurul dalam menyampaikan berita duka itu.
“Waalaikumsalam …” jawab saya sambil melanjutkan salam, yang jelas tidak mungkin terdengar di seberang sana karena sudah ‘disconnected’.

Berita pagi hari yang membuatku menerawang heran dengan berita pagi ini sambil mengatakan bahwa memang kematian manusia tidak ada yang tahu kapan datangnya hanya Allah Yang Maha Mengetahui.
Drs. ENGEL BERTUS KARMONO EKO P. atau sering kita kenal dengan sebutan akrab pak EB. terlahir pada 29 September 1962. Beliau adalah seorang penganut Katholik.
Beliau memang mengindap sakit kompleks dan sudah kronis. Pak EB akir-akhir ini sudah menunjukkan kesembuhan. Hal ini nampak dari kehadiran beliau di sekolah. Meski belum bisa mengajar namun beliau rajin ke sekolah. Bertandang ke sekolah merupakan hiburan untuk bisa meningkatkan kesehatannya, kata beliau ketika saya tanya kenapa tidak istirahat saja di rumah.

Kepergian beliau menghadap Sang Maha Pencipta tidak terduga sama sekali. Semangat untuk segera mengajar membuat beliau rajin ke sekolah. Sehingga tidak nampak bahwa beliau akan meninggalkan kita dalam usia yang masih relatif muda ini.
Banyak kenangan yang tidak terlupakan, baik suka maupun duka. Beliau mengajar Pendidikan Kewarganegaraan. Namun setahu saya beliau pintar juga memainkan alat musik, gitar dan organ. Walaupun ketika ada pentas seni belum pernah saya lihat beliau menunjukkan kemampuannya ini.
Selamat jalan menuju ke dekapan Allah. Semoga ini merupakan jalan terbaik bagimu. Tanpa engkau minta segala salah dan dosa telah kami maafkan dan semoga Allah menerima dan memaafkanmu. Engkau dilahirkan dalam keadaan suci semoga diterima Allah juga dalam kesucian. Rest In Peace Kawan.

KAMI SEGENAP KELUARGA BESAR SMA NEGERI 1 PARE KABUPATEN KEDIRI MENGUCAPKAN DUKA CITA YANG MENDALAM DENGAN KEPERGIAN BAPAK ENGEL BERTUS KARMONO